Chapter 6
Kubuka mataku dan matahari menyilaukan mataku hingga aku spontan kembali menutup mataku. Hari ini aku gak mau berangkat ke kampus! Aku gak tau gimana ntar! Laura dan Sica bisa membunuhku karena kejadian semalam! Oh tuhan kenapa semuanya terjadi begitu cepat.
Ibu membukakan gorden kamarku dan menyuruhku segera mandi. Kubasahi wajahku dengan air hangat dan kurasakan kesejukan dan kedamaian mengalir melalui aliran darahku. Aku pasrah. Aku gak tau apa yang bakalan terjadi hari ini. Junsu pasti akan menelponku dan menyuruhku melakukan sesuatu hal gila lainnya. Sejauh ini kami terlihat sebagai sepasang kekasih di depan lainnya. Junsu berakting sangat bagus. Dia memperlakukan diriku selayaknya seorang wanita yang dicintainya. Aku tau ini cuma pura-pura karena itu aku terkesan. Aku berusaha mengimbanginya tapi tetap berusaha untuk terlihat natural dan gak berlebihan.
Setelah mandi dan sarapan aku berangkat ke kampus. Hari ini aku gak ada kelas. Tapi aku ingin bertemu Arya. Jujur saja aku sangat merindukannya. Aku berangkat sebelum Ibu meminta penjelasanku atas kepulanganku semalam.
Kulihat Arya berdiri di depan barisan anak-anak berumur tak lebih dari lima tahun. Anak-anak itu berbaris rapi dan Arya terlihat sedang mengatur posisi mereka. Aku mendekat dan kulihat dia terlihat begitu bersemangat pagi ini. Dia melihatku dan tersenyum simpul. Anak-anak yang juga sudah mengenalku menyapaku dan aku tersenyum melihat semuanya. Dia mengajakku bergabung tapi aku memilih duduk didekat mereka dan memandangnya dari jauh.
Hari ini dia terlihat sangat keren. Kemeja hitam pekat terlihat menyatu dengan kulit putihnya. Aku masih memandanginya tapi si kembar Sema dan Bema menertawakanku. Mereka berdua adalah anak yang paling dekat denganku. Mereka lucu. Sema terlihat manis dengan seragamnya dan Bema terlihat lucu karena menggunakan topi bundar berpita besar. Mereka berdua terus melihat kearahku dan Arya. Aku berusaha bersikap santai tapi mereka makin tertawa.
“Ms. Arisa!” teriak Sema keras-keras. Dia melambaikan tangannya dan aku membalas lambaiannya. Arya tersenyum lagi dan aku tau muka ku pasti sudah berubah merah.
Arya mendekatiku dan duduk disampingku. Anak-anak bermain permainan yang ada. Dan kami hanya mengawasi mereka sekarang. Arya tiba-tiba menatap lurus ke mata ku. Aku bingung tapi dia masih terus menatapku.
“Do you know, you are beautiful.” Kata-kata itu menghujam tepat di urat nadi jantungku. Rasanya aku mau teriak tapi aku berusaha bersikap rileks. Dia masih terus menatapku.
“Hey…, what are you doing?” tanyaku sedikit panik. Dia masih terus memandangiku. Aku melambaikan tanganku didepan wajahnya dan akhirnya dia tersenyum.
“No. I just seen you.”
Aku tersenyum dan dia mulai mengambil perhatian ke anak-anak yang terlihat asyik bermain ayunan dan bermain seluncur.
“Jadi gossip itu benar? Kau bersama penyanyi itu?”
Aku kaget. Gak nyangka kalo dia bakal ngebahas hal itu sekarang. Aku bingung mau bilang apa tapi lagi-lagi dia ketawa.
“Kau menyukainya?” tanyanya lagi. Aku makin gak bisa jawab.
“Kulihat kalian nampak cocok. Aku sudah baca berita pagi ini, kau sangat cantik di pesta itu. Cocok dengannya.” Kata-kata itu kembali menghujamku. Waduh bisa gawat kalo dia berpikir aku menyukai Junsu!
“Mr.Arya!” teriak Bema yang sekarang mendekat ke arah kami berdua.
“Ada apa?” kata Arya yang menghampirinya. Aku juga mendekat dan Bema mendorongku hingga jatuh tepat di atas Arya yang jatuh tertimpa tubuhku. Semuanya tertawa. Bahkan para wali murid tertawa. Aku meringis, dan Arya menatapku. Aku panik dan langsung berdiri. Arya membersihkan bajunya dari pasir-pasir yang tertempel dan aku berusaha tidak melihat matanya. Nyonya Jhonson mendekat. Dia membantuku membersihkan pakaianku.
“Maaf. Maafkan putra saya. Maaf.” Katanya dan Arya hanya tersenyum.
“Hore!!! Mr.Arya pacaran sama Ms. Arisa!” teriak Bema dan diikuti oleh teman-temannya. Semua tertawa lagi dan kulihat Arya tersenyum. Jantungku berdetak cepat dan mukaku merah. Nyonya Jhonson melihatku lagi dan dia terlihat teratrik.
“Nona, maaf tapi kau yang sedang di gosipkan berpacaran dengan penyanyi itu kan?” katanya tiba-tiba. Aku kaget jelas. Arya langsung diam dan ibu-ibu lain segera mendekat untuk melihatku.
“Iya. Itu kau! Aku membaca berita itu. Oh tuhan bagaimana bisa kau bersamanya???? Sungguh berungtung.” Kata-kata itu terlihat aneh bagiku. Ibu-ibu disini terlihat takjub dan senang melihatku.
Aku cuma bisa senyum dan gak tahu mau ngapain lagi sekarang. Ponselku bergetar aku mencoba mengangkatnya dan kulihat Junsu yang menelponku.
“Ada apa?”
“Apa yang sedang kau lakukan!” tanyanya ketus.
Aku kaget dan Arya ngeliat ekspresiku yang berubah. Aku sedikit menjauh darinya tapi Arya masih memandangiku.
“Ada apa?” ku ulangi kata-kataku dengan nada biasa.
“Kau, lihat dibelakangmu.” Katanya lagi.
Aku berbalik dan kulihat mobilnya terparkir tak jauh dariku. Junsu membuka kaca mobilnya dan aku bisa melihatnya sekarang.
“Pergi denganku sekarang!” matanya masih melihat kearahku. Aku berbalik melihat ke Arya dan Arya melihat Junsu dari jauh.
“Tunggu sebentar.” Kataku lalu kumatikan ponselku. Aku berjalan kembali ke Arya dan dia terlihat menunggu penjelasan dariku.
“Maaf. Aku harus pergi.” Kata-kataku terlihat dipaksakan. Arya diam.
“Kau akan pergi bersamanya?”
“Ya.., aku pergi dulu.” Aku melambai pada anak-anak dan mereka membalasnya. Para ibu-ibu melihat kearah mobil yang terparkir. Aku segera masuk ke mobil itu dan kulihat mereka berteriak-teriak memanggil nama Junsu dibelakangku.
“Kau tenar juga.” kataku dan dia mulai senyum-senyum lagi.
“Jangan ge-er! aku gak muji!” kataku ketus dan dia mulai manyun lagi.
Perjalanan ini terasa begitu cepat. Kami sekarang duduk di salah satu café mewah yang tak jauh dari pantai. Aku masih belum bicara. Kulihat dia sedang menunggu seseorang. Cukup lama kami duduk disana hinggga akhirnya kulihat Changmin dan Yurika mendekat. Aku berdiri dan memberi salam, Junsu tetep duduk dan menyapa Yurika. Aku sebel nih orang apa coba maksudnya????
“Hai.” Yurika menyapaku dengan riang. Aku cuma bisa senyum. Changmin terlihat keren hari ini. Dia memakai pakaian casual dan terlihat sangat cocok untuk tubuhnya yang relative tinggi. Aku masih mengagumi dua sejoli ini. Sampai Junsu memukul kepalaku cukup keras hingga akhirnya menyadarkanku dari lamunan yang sempat menggelayutiku.
“Kau kenapa?” tanyanya. Aku cuma meringis dan Yurika mendelik ke arah Junsu.
“Kenapa kau memukulnya?!” kata Yurika protes! Dia bener-bener baik. Aku cuma senyum sebagai balasan atas pembelaannya. Junsu cuma diem aja. Changmin mulai mengajaknya bicara. Aku gak ngerti mereka ngomongin apa???? Kayaknya masih seputar pekerjaan mereka.
Yurika memandangiku cukup lama dan aku bingung kenapa coba dia ngeliatin aku????
“Ternyata selera Junsu oppa masih gak berubah!” kata Yurika tiba-tiba. Junsu dan Changmin menoleh kearah kami berdua.
“Maksudmu?” tanyaku bingung.
“Ya…, Junsu oppa suka cewek manis dan enerjik. Sepertimu.” Kata-kata itu spontan membuat mukaku merah padam. Jujur aja aku malu. Ini pertama kalinya seseorang memujiku. Dan aku dipuji oleh gadis sesempurna Yurika???
“Kau cantik dan manis. Kurasa Junsu Oppa tidak salah memilihmu.” Kata-katanya membuatku ingin tertawa. Bagaimana reaksinya kalau suatu saat dia tahu perjanjian di antara kami.
Aku lagi-lagi diem, gak mau berfikir macam-macam dulu. Aku dan Yurika mendengarkan pembicaraan Changmin dan Junsu lagi. Yurika terlihat bosan dan juju raja aku ngerasain hal yang sama.
“Ngomong-ngomong, kita kesini untuk mendengarkan kalian rapat atau berkencan. Oh ayolah, aku bosan disini.” Yurika bergelayut manja pada lengan Changmin yang kuat. Kuliha ekspresi Junsu yang tiba-tiba berubah. Aku tau nih orang pasti kesel banget. Tapi ekspresinya masih datar dan aku gak bisa tau isi hatinya.
Setelah Junsu dan Changmin selesai mendiskusikan jadwal mereka, kami pergi meninggalkan café itu dan masuk ke mobil masing-masing. Kami sepakat untuk pergi ke Seoul Grand Park. Seoul Grand Park luas totalnya 916.269 hektar (termasuk di dalamnya Seoul Land, danau dan lain-lain). Kami mengunjungi Seoul Zoo dan National Museum of Contemporary Art sebagai bagian dari Seoul Grand Park. Seoul Zoo ini menempati ranking ke-10 dalam hal kebun binatang terbesar di dunia dan terakreditasi oleh ISIS (International Species Information System) dan IUDZG-WZO (World Zoo Organization). Ada 360 spesies dan 3400 jumlah hewan dalam Seoul Zoo ini.
Di Seoul Zoo aku dan Yurika berfoto-foto ria dengan para penghuni kebun binatang ini. Disini cukup sepi, karena ini bukan hari libur. Junsu dan Changmin terlihat cukup menyukai tempat ini. Aku senang disini. Selain membuat hubungan Yurika dan aku semakin dekat kami juga bisa melihat hewan-hewan yang belum pernah kami lihat sebelumnya. Seperti flamingo, white rhinoceros, dan ada banyak lagi lainnya. Hewan-hewan disini terlihat sehat. Aku bener-bener seneng. Yurika memaksa Changmin untuk berfoto dengan salah satu penghuni kebun binatang dan aku meyuruh Junsu untuk berfoto dengan harimau dari Siberia. Jelas Junsu menolak tapi Yurika dan aku terus memaksanya. Dan alhasil kami berhasil membuat Junsu berdiri di depan kandang si Harimau. Pengalaman yang menyenangkan. Semua begitu menikmati suasana ini dan aku udah mulai enjoy dengan status baruku. Dan kuharap ini akan terus berlanjut.
Kubuka mataku dan matahari menyilaukan mataku hingga aku spontan kembali menutup mataku. Hari ini aku gak mau berangkat ke kampus! Aku gak tau gimana ntar! Laura dan Sica bisa membunuhku karena kejadian semalam! Oh tuhan kenapa semuanya terjadi begitu cepat.
Ibu membukakan gorden kamarku dan menyuruhku segera mandi. Kubasahi wajahku dengan air hangat dan kurasakan kesejukan dan kedamaian mengalir melalui aliran darahku. Aku pasrah. Aku gak tau apa yang bakalan terjadi hari ini. Junsu pasti akan menelponku dan menyuruhku melakukan sesuatu hal gila lainnya. Sejauh ini kami terlihat sebagai sepasang kekasih di depan lainnya. Junsu berakting sangat bagus. Dia memperlakukan diriku selayaknya seorang wanita yang dicintainya. Aku tau ini cuma pura-pura karena itu aku terkesan. Aku berusaha mengimbanginya tapi tetap berusaha untuk terlihat natural dan gak berlebihan.
Setelah mandi dan sarapan aku berangkat ke kampus. Hari ini aku gak ada kelas. Tapi aku ingin bertemu Arya. Jujur saja aku sangat merindukannya. Aku berangkat sebelum Ibu meminta penjelasanku atas kepulanganku semalam.
Kulihat Arya berdiri di depan barisan anak-anak berumur tak lebih dari lima tahun. Anak-anak itu berbaris rapi dan Arya terlihat sedang mengatur posisi mereka. Aku mendekat dan kulihat dia terlihat begitu bersemangat pagi ini. Dia melihatku dan tersenyum simpul. Anak-anak yang juga sudah mengenalku menyapaku dan aku tersenyum melihat semuanya. Dia mengajakku bergabung tapi aku memilih duduk didekat mereka dan memandangnya dari jauh.
Hari ini dia terlihat sangat keren. Kemeja hitam pekat terlihat menyatu dengan kulit putihnya. Aku masih memandanginya tapi si kembar Sema dan Bema menertawakanku. Mereka berdua adalah anak yang paling dekat denganku. Mereka lucu. Sema terlihat manis dengan seragamnya dan Bema terlihat lucu karena menggunakan topi bundar berpita besar. Mereka berdua terus melihat kearahku dan Arya. Aku berusaha bersikap santai tapi mereka makin tertawa.
“Ms. Arisa!” teriak Sema keras-keras. Dia melambaikan tangannya dan aku membalas lambaiannya. Arya tersenyum lagi dan aku tau muka ku pasti sudah berubah merah.
Arya mendekatiku dan duduk disampingku. Anak-anak bermain permainan yang ada. Dan kami hanya mengawasi mereka sekarang. Arya tiba-tiba menatap lurus ke mata ku. Aku bingung tapi dia masih terus menatapku.
“Do you know, you are beautiful.” Kata-kata itu menghujam tepat di urat nadi jantungku. Rasanya aku mau teriak tapi aku berusaha bersikap rileks. Dia masih terus menatapku.
“Hey…, what are you doing?” tanyaku sedikit panik. Dia masih terus memandangiku. Aku melambaikan tanganku didepan wajahnya dan akhirnya dia tersenyum.
“No. I just seen you.”
Aku tersenyum dan dia mulai mengambil perhatian ke anak-anak yang terlihat asyik bermain ayunan dan bermain seluncur.
“Jadi gossip itu benar? Kau bersama penyanyi itu?”
Aku kaget. Gak nyangka kalo dia bakal ngebahas hal itu sekarang. Aku bingung mau bilang apa tapi lagi-lagi dia ketawa.
“Kau menyukainya?” tanyanya lagi. Aku makin gak bisa jawab.
“Kulihat kalian nampak cocok. Aku sudah baca berita pagi ini, kau sangat cantik di pesta itu. Cocok dengannya.” Kata-kata itu kembali menghujamku. Waduh bisa gawat kalo dia berpikir aku menyukai Junsu!
“Mr.Arya!” teriak Bema yang sekarang mendekat ke arah kami berdua.
“Ada apa?” kata Arya yang menghampirinya. Aku juga mendekat dan Bema mendorongku hingga jatuh tepat di atas Arya yang jatuh tertimpa tubuhku. Semuanya tertawa. Bahkan para wali murid tertawa. Aku meringis, dan Arya menatapku. Aku panik dan langsung berdiri. Arya membersihkan bajunya dari pasir-pasir yang tertempel dan aku berusaha tidak melihat matanya. Nyonya Jhonson mendekat. Dia membantuku membersihkan pakaianku.
“Maaf. Maafkan putra saya. Maaf.” Katanya dan Arya hanya tersenyum.
“Hore!!! Mr.Arya pacaran sama Ms. Arisa!” teriak Bema dan diikuti oleh teman-temannya. Semua tertawa lagi dan kulihat Arya tersenyum. Jantungku berdetak cepat dan mukaku merah. Nyonya Jhonson melihatku lagi dan dia terlihat teratrik.
“Nona, maaf tapi kau yang sedang di gosipkan berpacaran dengan penyanyi itu kan?” katanya tiba-tiba. Aku kaget jelas. Arya langsung diam dan ibu-ibu lain segera mendekat untuk melihatku.
“Iya. Itu kau! Aku membaca berita itu. Oh tuhan bagaimana bisa kau bersamanya???? Sungguh berungtung.” Kata-kata itu terlihat aneh bagiku. Ibu-ibu disini terlihat takjub dan senang melihatku.
Aku cuma bisa senyum dan gak tahu mau ngapain lagi sekarang. Ponselku bergetar aku mencoba mengangkatnya dan kulihat Junsu yang menelponku.
“Ada apa?”
“Apa yang sedang kau lakukan!” tanyanya ketus.
Aku kaget dan Arya ngeliat ekspresiku yang berubah. Aku sedikit menjauh darinya tapi Arya masih memandangiku.
“Ada apa?” ku ulangi kata-kataku dengan nada biasa.
“Kau, lihat dibelakangmu.” Katanya lagi.
Aku berbalik dan kulihat mobilnya terparkir tak jauh dariku. Junsu membuka kaca mobilnya dan aku bisa melihatnya sekarang.
“Pergi denganku sekarang!” matanya masih melihat kearahku. Aku berbalik melihat ke Arya dan Arya melihat Junsu dari jauh.
“Tunggu sebentar.” Kataku lalu kumatikan ponselku. Aku berjalan kembali ke Arya dan dia terlihat menunggu penjelasan dariku.
“Maaf. Aku harus pergi.” Kata-kataku terlihat dipaksakan. Arya diam.
“Kau akan pergi bersamanya?”
“Ya.., aku pergi dulu.” Aku melambai pada anak-anak dan mereka membalasnya. Para ibu-ibu melihat kearah mobil yang terparkir. Aku segera masuk ke mobil itu dan kulihat mereka berteriak-teriak memanggil nama Junsu dibelakangku.
“Kau tenar juga.” kataku dan dia mulai senyum-senyum lagi.
“Jangan ge-er! aku gak muji!” kataku ketus dan dia mulai manyun lagi.
Perjalanan ini terasa begitu cepat. Kami sekarang duduk di salah satu café mewah yang tak jauh dari pantai. Aku masih belum bicara. Kulihat dia sedang menunggu seseorang. Cukup lama kami duduk disana hinggga akhirnya kulihat Changmin dan Yurika mendekat. Aku berdiri dan memberi salam, Junsu tetep duduk dan menyapa Yurika. Aku sebel nih orang apa coba maksudnya????
“Hai.” Yurika menyapaku dengan riang. Aku cuma bisa senyum. Changmin terlihat keren hari ini. Dia memakai pakaian casual dan terlihat sangat cocok untuk tubuhnya yang relative tinggi. Aku masih mengagumi dua sejoli ini. Sampai Junsu memukul kepalaku cukup keras hingga akhirnya menyadarkanku dari lamunan yang sempat menggelayutiku.
“Kau kenapa?” tanyanya. Aku cuma meringis dan Yurika mendelik ke arah Junsu.
“Kenapa kau memukulnya?!” kata Yurika protes! Dia bener-bener baik. Aku cuma senyum sebagai balasan atas pembelaannya. Junsu cuma diem aja. Changmin mulai mengajaknya bicara. Aku gak ngerti mereka ngomongin apa???? Kayaknya masih seputar pekerjaan mereka.
Yurika memandangiku cukup lama dan aku bingung kenapa coba dia ngeliatin aku????
“Ternyata selera Junsu oppa masih gak berubah!” kata Yurika tiba-tiba. Junsu dan Changmin menoleh kearah kami berdua.
“Maksudmu?” tanyaku bingung.
“Ya…, Junsu oppa suka cewek manis dan enerjik. Sepertimu.” Kata-kata itu spontan membuat mukaku merah padam. Jujur aja aku malu. Ini pertama kalinya seseorang memujiku. Dan aku dipuji oleh gadis sesempurna Yurika???
“Kau cantik dan manis. Kurasa Junsu Oppa tidak salah memilihmu.” Kata-katanya membuatku ingin tertawa. Bagaimana reaksinya kalau suatu saat dia tahu perjanjian di antara kami.
Aku lagi-lagi diem, gak mau berfikir macam-macam dulu. Aku dan Yurika mendengarkan pembicaraan Changmin dan Junsu lagi. Yurika terlihat bosan dan juju raja aku ngerasain hal yang sama.
“Ngomong-ngomong, kita kesini untuk mendengarkan kalian rapat atau berkencan. Oh ayolah, aku bosan disini.” Yurika bergelayut manja pada lengan Changmin yang kuat. Kuliha ekspresi Junsu yang tiba-tiba berubah. Aku tau nih orang pasti kesel banget. Tapi ekspresinya masih datar dan aku gak bisa tau isi hatinya.
Setelah Junsu dan Changmin selesai mendiskusikan jadwal mereka, kami pergi meninggalkan café itu dan masuk ke mobil masing-masing. Kami sepakat untuk pergi ke Seoul Grand Park. Seoul Grand Park luas totalnya 916.269 hektar (termasuk di dalamnya Seoul Land, danau dan lain-lain). Kami mengunjungi Seoul Zoo dan National Museum of Contemporary Art sebagai bagian dari Seoul Grand Park. Seoul Zoo ini menempati ranking ke-10 dalam hal kebun binatang terbesar di dunia dan terakreditasi oleh ISIS (International Species Information System) dan IUDZG-WZO (World Zoo Organization). Ada 360 spesies dan 3400 jumlah hewan dalam Seoul Zoo ini.
Di Seoul Zoo aku dan Yurika berfoto-foto ria dengan para penghuni kebun binatang ini. Disini cukup sepi, karena ini bukan hari libur. Junsu dan Changmin terlihat cukup menyukai tempat ini. Aku senang disini. Selain membuat hubungan Yurika dan aku semakin dekat kami juga bisa melihat hewan-hewan yang belum pernah kami lihat sebelumnya. Seperti flamingo, white rhinoceros, dan ada banyak lagi lainnya. Hewan-hewan disini terlihat sehat. Aku bener-bener seneng. Yurika memaksa Changmin untuk berfoto dengan salah satu penghuni kebun binatang dan aku meyuruh Junsu untuk berfoto dengan harimau dari Siberia. Jelas Junsu menolak tapi Yurika dan aku terus memaksanya. Dan alhasil kami berhasil membuat Junsu berdiri di depan kandang si Harimau. Pengalaman yang menyenangkan. Semua begitu menikmati suasana ini dan aku udah mulai enjoy dengan status baruku. Dan kuharap ini akan terus berlanjut.





0 komentar:
Posting Komentar