Minggu, 05 September 2010

Last ANgel 5

Chapter 5
Benar saja lagi-lagi pagi ini berita itu menjadi topik utama majalah pagi ini. Aku hampir gila melihat foto itu terpampang diwajahku saat Joon adikku yang terkecil melemparkannya padaku. Ibu dan Hyun terlihat menunggu penjelasan dariku tapi kurasa ini bukan saat yang tepat karena pagi ini aku harus ikut Quiz di kelas. Aku melahap potongan terakhir telur sarapanku dan berlari meninggalkan rumah. Kulihat mobil Junsu terparkir tak jauh dari rumahku. Aku bener-bener gak tau! Mau ngapain nih orang pagi-pagi!!!!
Aku menghampiri mobil itu dan kudapati Junsu yang duduk dikursi belakang. Pagi ini dia terlihat rapi dengan setelan jas hitamnya. Dia menyuruhku masuk dan aku cuma bisa menurutinya.
Mobil pun bergerak dan kami hanya diam. Junsu terlihat sok cool dan aku bener-bener gak suka ngeliat tampangnya itu. Dia melihatku dan akhirnya tertawa keras.
“Apa kau selalu berpakaian seperti ini?” katanya.
Spontan aku melihat penampilanku. Apa ada yang salah? Ku rasa tidak. Aku mengenakan kaos pink dan jeans hitam serta sepatu kets kesayanganku. Apa yang salah sih?
“Kau terlihat seperti anak SMP! Kau tau, kekanak-kanakan!”
“Hei! Bukan urusanmu!” kataku jelas tersinggung.
“Pantas dia tidak melirikmu. Kurasa dia cukup tampan sebagai seorang guru. Yah…, tapi tentu saja masih jauh dariku.”
What???? Nih orang mau nyari masalah apa!!!! Jelas-jelas Arya jauh lebih baik dari pada dia!
“Malam ini kau harus ikut aku ke pesta temanku. Mr.Lee akan menjemputmu tepat pukul lima sore dan dia akan membawamu kesuatu tempat. Kau akan ditangani penata rias yang terbaik. Jadi jangan kecewakan aku!”
“Apa aku harus ikut? Aku tak kenal mereka semua!”
“Kau ingat peraturan nomor satu?”
Aku mencoba mengingatnya dan kusadari tak ada pilihan lain. Lagi-lagi aku diam dan mobil berhenti tepat di depan gedung fakultasku. Tak sedikit mahasiswa yang melihat kearah mobil ini dan ini akan jadi masalah baru untukku. Aku baru akan keluar mobil saat Junsu menarik tanganku lagi.
“Kau akan kukenalkan pada anggota DBSK lainnya. Dan ingat, kau harus menjaga rahasia ini bahkan dari mereka! Mengerti?”
Aku melepaskan tanganku darinya dan menutup pintu mobil dengan cukup keras. Aku berlari menuju ruanganku dan mobil itu melesat pergi.
Para mahasiswi dikelasku melihat kearahku dan mereka tak melakukan apapun padaku. Entahlah. Biasanya mereka akan melabrakku bahkan melakukan hal-hal kejam lainnya. Hari ini berbeda. Apa yang terjadi?
Semua langsung diam saat Ms.Meilan masuk dan kami mulai mengerjakan quiz pagi ini.
Waktu berjalan dengan cepat dan aku melihat mobil Junsu terparkir di barisan depan. Semua orang mendekat dan mencoba melihat si empunya mobil dan aku segera berlari, masuk ke mobil dan menutupnya dengan cepat. Kulihat puluhan orang terkejut dan aku bener-bener gak perduli tanggapan mereka.
Mobil berhenti tepat di depan sebuah rumah spa dan aku masuk ditemani seorang pemandu yang dibawa Mr. Lee. Aku masuk ke ruangan itu dan kulihat para pekerja terkejut melihatku dan mereka membawaku ke ruang perawatan. Setelah melakukan perawatan luluran, spa dan lain-lain aku menuju ruang ganti bersama salah seorang pelayan untuk memilih gaun mana yang harus ku pakai. Saat masuk mataku terpaku pada beberapa gaun pesta yang telah dipilih oleh para pelayan lainnya. Ada lima gaun mewah yang harus kucoba. Aku bener-bener gak bisa bilang apa-apa sekarang yang jelas aku bener-bener bingung. Mereka menyuruhku mencoba semuanya. Mulai dari gaun berwarna jingga dengan aksen pita di bagian belakangnya. Gaun ini cantik tapi para pelayan berpikir lebih baik aku mencoba gaun lainnya.
Gaun kedua adalah gaun ungu dengan jumbai-jumbai di bagian bawahnya. Terlihat mewah dan indah tapi mereka pikir warna ini kurang pas untukku.
Gaun ketiga berwarna pink pucat dan aku sependapat dengan mereka bahwa gaun ini benar-benar tidak cocok untukku.
Gaun keempat gaun coklat dengan bando coklat yang indah. Saat kucoba aku baru sadar kalo badanku terlalu kecil untuk gaun ini.
Gaun terakhir yaitu gaun putih berkilau dengan ikat pinggang perak dan beberapa aksen tambahan dibeberapa bagian yang membuatnya terlihat manis. Gaun itu kecil dan kurasa akan pas untukku. Benar saja semua orang sependapat dan akhirnya aku memilih gaun yang satu ini.
Setelah selesai dengan gaun, mereka membawaku ke penata rias. Mereka memberikan foundation dan banyak lagi lainnya kewajahku. Jujur saja aku belum pernah melakukan semua ini sebelumnya. Setelah itu mereka menata rambut pendekku dengan cepat. Mereka menyemprotkan sesuatu dan membentuk rambutku sehingga terlihat lebih modern. Hasilnya diluar dugaan. Aku bahkan tak bisa mengenali diriku sekarang. Cantik! Kata-kata itu yang tiba-tiba terlintas dalam pikiranku. Aku tertawa sendiri sampai Junsu mengagetkanku.
“Apa kau masih perlu waktu lagi???? Kita sudah hampir terlambat!” katanya sambil tak melihat kearahku. Dia sibuk merapikan jasnya. Wow! Dia terlihat tampan dengan jas biru tua yang terlihat sangat mewah. Aku tau mereka orang kaya biasa memakainya untuk saat-saat ini tapi…, aku tidak terbiasa.
Junsu melihat kearahku dan dia bener-bener kaget ngeliat penampilanku. Dia diem aja dan aku makin bĂȘte!
“Kau…, yah lumayanlah.” Kata-kata itu mengejutkanku. Aku makin kesel! Sebel!!!! Apa dia gak bisa liat!!!! Masa kayak gini cuma dibilang lumayan!!!
Dia langsung membawaku pergi. Sebelum pergi aku mengucapkan terimakasih kepada semua yang telah membantuku. Setelah itu kami masuk kemobil dan berangkat menuju tempat diadakannya pesta mala mini.
Sepanjang perjalanan kami cuma diam. Aku hanya melihat jalan-jalan yang cukup ramai. Aku terpesona melihat suasana malam yang tiba-tiba terasa sangat berbeda dari biasanya.
Mobil berhenti di salah satu hotel mewah di Seoul. Junsu membantuku keluar dari mobil, dan ini artinya sandiwara ini dimulai.
Para tamu berdiri bersama pasangan mereka masing-masing. Kulihat ada banyak paparazzi yang datang. Memangnya pesta apa ini????
Junsu membawaku kedalam keramaian dan banyak mata yang melihat kearah kami berdua. Junsu tersenyum padaku dan berusaha terlihat manis.
“Kau tunggu aku disini. Aku akan mencari yang lainnya.” Dengan cepat dia segera menghilang. Huh!!! Kenapa meninggalkanku!!!!
Beberapa mata masih menatap tajam padaku dan aku tau alasan mereka sekarang. Aku masih berdiri ditempat yang sama sampai seseorang menarikku menyingkir. Aku tau dia! Teman sekelasku! Laura! Tapi apa yang dia lakukan disini???
“Hei! Kau! Bagaimana kau bisa memakai gaun ini!!! Dan kau!!! Bagaimana kau bisa disini?!” Laura mendorongku hingga tak sedikit orang melihat kearah kami. Ternyata Laura tak sendiri. Sica juga datang. Aku hanya diam dan berusaha tak memperdulikan mereka. Laura lagi-lagi berteriak padaku tapi aku tetap diam. Semua terlihat semakin tertarik untuk melihatku.
“Kau!!! Apa kau pergi bersama Junsu Oppa???!!! Kau!! Kau tidak boleh bersamanya!!! Kau tak pantas…” kata-katanya berhenti saat Junsu berada disampingku.
“Kau jauh lebih tidak pantas. Jangan ganggu dia.” Junsu tiba-tiba menyelamatkanku dan untuk pertama kalinya aku senang melihatnya.
Laura dan Sica terlihat shock. Aku hampir tertawa tapi aku berusaha tenang. Junsu membawaku pergi dan kulihat keempat anggota DBSK dan beberapa wanita berdiri tak jauh dari kami.
“Wow! It`s so fantastic!” kata Micky Yoochun yang menyambut kami berdua. Yang lain terlihat penasaran menatapku dan aku malu banget sekarang. Aku berdiri di samping Junsu dan mereka menatapku senang.
“Ini Arisa. Kalian sudah tau kan, dia…”
“Pacarmu!” kata Yoochun lagi. Dan yang lain tertawa.
“Yah.., begitulah.” Katanya terlihat grogi. Aku bisa melihat ekspresinya terlihat aneh.
“Manis sekali.” Kata Hero Jaejoong dan aku membalas senyumannya. Ada seorang wanita disampingnya. Dia terlihat cantik sekali dengan gaun birunya.
“Arisa, kenalkan ini Yunho hyung, Jaejoong hyung, Yoochun hyung, dan… Kid!”
Semua tertawa lagi kecuali cewek manis yang berdiri disamping Changmin. Aku tau dia…, dia orang yang dimaksud Junsu. Ya.., bisa dibilang kami hampir mirip. Kami punya mata dan hidung yang sama. Hanya saja aku sedikit lebih tinggi darinya. Dia sangat manis dan kurasa ada sesuatu yang membuat Junsu tertarik padanya. Changmin menatapku dan tertawa.
“Kau mirip Yurika!” katanya.
Si cewek yang dari tadi berdiri disampingnya tersenyum. Cantiknya.., dia terlihat seperti malaikat. Gaunnya juga indah. Aku tak menyangka bahwa pendapat Changmin disetujui oleh yang lainnya. Semua tertawa dan aku merasa mereka menyukaiku. Setelah perkenalan singkat itu akhirnya aku tahu kalo dua wanita cantik itu bernama Yurika dan Erika. Yurika adalah kekasih Changmin, dan Erika adalah teman baik Jaejoong. Mereka terlihat sangat serasi. Aku senang melihatnya. Mereka juga sangat ramah dan aku cukup mudah membaur dengan mereka.
Tak lama dari itu pesta dimulai. Mereka berlima dipersilahkan membuka pesta dengan menyanyikan salah satu lagu mereka. Saat mereka berlima naik ke podium Yurika dan Erika mengajakku mendekat. Semua tamu mendekat, mereka sudah tak sabar mendengar lagu-lagu yang akan dinyanyikan penyanyi favorite mereka.
Ini pertama kalinya aku menghadiri pesta besar dan juga pertama kalinya melihat aksi panggung mereka secara live.
Pesta dibuka dengan lagu terbaru mereka yang up beat yaitu Take Your Hands. Dan semua tamu berteriak histeris. Aksi panggung yang hebat, tarian, dan suara indah mereka membuat suasana berubah. Aku bisa merasakan semangat mereka dan rasanya menyenangkan. Setelah lagu pertama usai lagu kedua mengalun merdu. Lagu mellow berjudul Tonight mengalun sangat harmonis. Kemampuan mereka benar-benar luar biasa dan aku terpesona akan suara Junsu yang terdengar sangat indah. Semua terlihat sempurna. Teriakan fans semakin membludak dan para paparazzi yang meliput berita segera mengambil gambar mereka.
Alunan itu akhirnya berhenti dan mereka berlima turun dari podium dan menghampiri kami bertiga. Jeritan semakin lama semakin mereda dan akhirnya pesta kembali dibuka oleh seorang pria dengan jas hitamnya yang sekarang berdiri di atas podium.
“Selamat malam para hadirin. Malam ini kami mengundang anda sekalian untuk melihat peresmian produk baru kami yang akan kami luncurkan mulai malam ini. Shin Enterprise mempersembahkan produk terbaru yaitu itu inovasi ponsel terbaru yang lebih modern dengan fitur-fitur spektakuler. Hadirin sekalian kita sambut produk kebanggaan kita…,Shin Mobile!!!!”
Tepuk riuh terdengar menggelegar. Para paparazzi segera mengabadikan saat-saat ini. Tepukan itu akhirnya mereda saat orator kembali bicara.
“Baiklah dengan begitu kita sambut Icon untuk produk terbaru kita, grup legendaries Dong Bang Shin Ki!!!! (God rising from the east).” Teriakan kembali memekakkan telinga. Mereka berlima kembali naik ke podium. Erika dan Yurika bertepuk keras dan aku mengikuti mereka. Bunyi kamera terdengar dimana-mana dan semuanya terlihat begitu sibuk mengambil gambar mereka berlima. Setelah semuanya selesai pesta kembali berjalan biasa. Semua hadirin sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.
Tengah malam pesta akhirnya usai. Aku duduk di mobil dan Junsu duduk disampingku. Kami lagi-lagi tak bicara apa pun. Sampai mobil berhenti di depan rumahku dan aku mengajaknya bicara.
“Akan ku kembalikan gaun ini nanti.” Aku hampir tutun saat dia bicara.
“Kau simpan saja. Dan terimakasih untuk hari ini. Aku akan menelponmu besok. Selamat malam.” Aku mengangguk dan menutup pintu. Setelah mobil itu pergi aku masuk kedalam rumahku.
Lampu ruang keluarga masih menyala, apa Ibu belum tidur?
Aku masuk dan menutup pintu dibelakangku. Kulihat ibu tertidur di kursi berlengan disudut ruangan. Aku mendekatinya dan dia terbangun.
“Kau sudah pulang? Kemana saja kau? Dan kenapa ini?” ibu terlihat kaget saat melihat penampilanku. Aku hanya tersenyum.
“Besok Risa cerita. Sekarang Ibu tidur ya.”
Ibu mengangguk dan berjalan menuju kamarnya. Aku naik ke lantai dua. Kamarku gelap dan aku menyalakan lampunya. Ku ganti gaunku dengan piyama dan tertidur lelap malam ini.a

0 komentar: