Minggu, 05 September 2010

Last Angel 4

Chapter 4
Aku duduk ditemani segelas coklat panas. Junsu terlihat sibuk mengambil beberapa dokumen dilemarinya dan segera duduk disampingku. Aku gak tau ini dimana tapi yang jelas tempat ini nyaman. Junsu segera memberiku sebuah dokumen dan aku terbelalak melihat isinya.
SURAT PERJANJIAN KONTRAK
Disini tertulis bahwa saya yang bertanda tangan dibawah ini menyetujui kontrak yang telah disepakati bersama. Kontrak itu berisi bahwa saya, Arisa Akutagawa akan menjadi kekasih dari Kim Junsu selama kurun waktu tiga bulan. Selama jangka waktu tiga bulan keduanya dilarang mempunyai hubungan special dengan orang lain. Kedua belah pihak juga harus selalu terlihat senang dihadapan publik dan jika salah satu dari yang bertanda tangan dibawah ini melakukan pelanggaran maka pihak yang dirugikan berhak menuntut uang tunai sebesar $10 juta dollar. Selama kontrak berlangsung semua kebutuhan keluarga akan ditanggung dan semua hutang-hutang akan di lunasi oleh Kim. Junsu. Demikianlah surat perjanjian ini dibuat dengan kesepakatan bersama.
Mataku masih tak bisa berkedip saat melihat kearahnya. Junsu cengar-cengir dan aku udah hampir gila memikirkan semuanya.
“Oke aku setuju.” Kata-kata itu meluncur begitu saja. Junsu terlihat sangat senang dan dia memberikan beberapa lembar lainnya.
“Itu peraturan-peraturan yang harus kau jalankan.” Katanya.

PERATURAN-PERATURAN
-Arisa harus selalu berada di samping Junsu setiap dibutuhkan.
-Arisa dilarang keras berpacaran dengan laki-laki lain selama kontrak berlangsung.
-Arisa dilarang mendekati Junsu sedikit pun. (aku mendelik kearahnya dan dia tersenyum lagi)
-Arisa dilarang bekerja paruh waktu dimana pun
-Arisa dilarang menceritakan isi kontrak kepada siapa pun
Semua kontrak batal jika salah satu dari peraturan ini dilanggar.
Aku bener-bener gak percaya dengan semua yang aku lihat sekarang. Bagaimana mungkin semua terancang rapi. Tapi kenapa semua peraturan ini mengekangku!
“Aku keberatan dengan semua peraturan ini!” kataku.
“Kenapa?!”
“Bagaimana mungkin kau melarangku mendekati orang lain! Kau tau aku sudah menyukai orang lain!”
Junsu diam dan terlihat berpikir. “Ok. Kau boleh mendekatinya. Tapi dalam waktu tiga bulan kedepan kau tidak boleh mengatakan cinta padanya dan jangan sampai paparazzi mengetahui hal ini. Yah lagi pula kau bisa mengujinya.”
“Mengujinya? Maksudmu?”
“Kau berteman cukup lama dengannya, dan sejauh ini kau sama sekali belum tahu apa pandangan dia tentangmu. Kalau dia tau kau berpacaran denganku kau bisa lihat ekspresinya. Betulkan?”
Aku diam. Dia bener tapi aku gak bisa mengakui hal itu.
Dengan sedikit berat hati ku tanda tangani surat kontrak itu dan Junsu terlihat makin senang. Aku bingung! Kenapa harus aku?
“Oppa…,” kataku tiba-tiba dan dia keliatan kaget waktu aku manggil dia Oppa tapi dia Cuma senyum.
“Kenapa kau memilihku? Dan sebenarnya untuk apa kau melakukan hal gila ini? Bukankah kau bisa mencari pacar sungguhan?”
Ekspresinya berubah. Wajahnya keliatan suram dan aku gak tau kenapa? Apa aku salah bicara?
“Karena aku sering melihatmu.”
Ha? Dia bilang dia sering ngeliat aku? Apa iya? Aku bener-bener gak yakin dengan apa yang aku denger tapi aku tetep diam aja. Keliatannya Junsu Oppa mau nerusin penjelasannya.
“Awalnya aku tidak sengaja melihatmu menangis di depan sebuah sekolah. Kulihat kau terlihat sangat sedih. Aku melihat apa yang terus kau lihat dan aku tau ternyata kau menangisi seorang laki-laki yang bekerja di sekolah itu. Hahaha…,” tawanya bener-bener gak enak di dengar. Oh tuhan gimana mungkin nih orang bisa ngeliat aku menangis?
“Kau tau kau terlihat begitu menyedihkan saat itu. Aku terus melihatmu dari jauh sampai kulihat beberapa laki-laki bertubuh besar menghampirimu. Kau terlihat sangat ketakutan dan sebelum aku bisa menolongmu mereka sudah pergi. Aku menyuruh seseorang mencari tau tentang dirimu dan karena itulah aku tau semua tentangmu.” Jujur aja penjelasan ini ngebuat aku mau mati aja!!! Kenapa semua hal memalukan itu dilihat olehnya??????
“Lalu kenapa kau menyuruh seseorang mencari tau tentang diriku????”
Lagi-lagi Junsu diam dan ekspresinya berubah serius lagi. Aku bener-bener gak bisa nebak apa yang dipikirkannya sekarang. Kuharap aku tak salah bicara.
“Karena kau mirip dia.” Kata-kata itu meluncur dengan sangat pelan. Aku hampir tak bisa mendengarnya. Junsu diam lagi dan aku bener-bener makin bingung. Sebenernya siapa yang dia maksud mirip denganku???? Apa mantan pacarnya???? Tapi mana mungkin! Mana mungkin seorang Xiah Junsu menyukai wanita yang tampangnya mirip denganku! Apa gak salah????
“Kau tau. Kalian berdua sangat mirip. Kalian wanita yang kuat tapi juga rapuh. Aku sering melihatmu menangis dan dia juga sering menangis dihadapanku. Kau tau hal itulah yang membuatku tertarik untuk memilihmu.”
Apa hal itu bisa dijadikan alasan untuk memilihku???? Dasar aneh!
“Apa dia kekasihmu?” tanyaku ragu-ragu. Junsu menatapku lagi. Tatapannya tajam. Aku gak bisa berpura-pura tak melihatnya sekarang. Aku terpaku dan tiba-tiba dia tertawa keras.
“Tentu saja tidak. Yah kita berteman. Hanya itu. Dan tolong jangan tanya-tanya lagi! Sudah hampir gelap, kau seharusnya pulang kerja sekarang. Sopirku bisa mengantarmu pulang dan ini….” Dia memberikan sebuh kertas yang ternyata kartu namanya.
“Kau butuh ini. Besok aku akan menghubungimu. Para hyung (Micky, Hero, Yunho) dan kid (Max) menungguku sekarang. Malam ini kami ada jumpa pers dan kau jangan terkejut kalau besok pagi berita utama mereka masih tentang kita berdua.”
“Bagaimana aku menjelaskan semuanya pada teman-temanku? Mereka pasti akan menanyaiku tentang semua ini?”
“Katakan saja kau pacarku dan jika terjadi sesuatu katakan padaku. Akan ku urus semuanya nanti.” Junsu mengambil kacamatanya yang tergeletak di atas meja dan mengantarku ke mobilnya. Dia masuk ke mobilnya yang lain dan kami berangkat menuju tujuan masing-masing.

0 komentar: