Minggu, 05 September 2010

LAst Angel 17

Chapter 17
Kami berdua masuk ke apartemennya dengan keadaan basah kuyup. Dia menyuruhku untuk mandi dan berganti pakaian dan dia akan menyiapkan minuman hangat untuk kami berdua. Aku mengambil handuk yang diberikannya untukku. Dan masuk ke kamar mandinya untuk kedua kalinya. Disini semuanya barang milik Junsu. Semua peralatan mandinya terlihat tertata rapid dan tanpa membuang waktu lagi aku pergi mandi.
Setelah mandi Junsu menyuruhku meminum tah hangat yang dibuatnya untukku. Kini aku yang menunggunya mandi. Cukup lama dan aku tertawa tiap kali melihat pantulanku dicermin. Aku memakai kemeja milik junsu dan aku terlihat sangat kecil. Kemeja ini sangat besar untukku tapi terasa hangat. Wangi tubuh Junsu terasa sekali dan aku samakin menyukai ini.
Setelah mandi Junsu terlihat jauh lebih tampan dari biasanya. Aku melihat rambutnya yang basah dan berantakan dan wow…. Dia terlihat sangat…….. *bayangkan sendiri ya*
“Minumlah.” Kata Junsu yang melihat tehku masih sangat banyak. “Kau harus minum untuk menghangatkan tubuhmu.”
Aku menurut dan dia duduk di depanku. Kmai duduk di meja coffee yang berada di depan kamarnya. Sedikit canggung memang, tapi junsu berusaha santai.
“Maaf membuatmu lama menunggu.” Katanya canggung dan aku hanya mengangguk pelan.
“Tutup matamu.” Pintanya dan aku menutupnya. Kurasakan Junsu mendekat kearahku dan memakaikan sesuatu di leherku. Aku membuka mataku saat dia memintanya dan kulihat kalung berbentuk meteor tersemat di leherku.
“Kau suka?” katanya. Dan aku mengangguk senang. Semua berjalan makin hangat. Junsu mengajakku untuk makan bersama. Saat kami memasak ramen bersama bisa kurasakan kalau junsu menyukaiku tapi sampai saat ini dia tidak mengataknnya juga. Aku bingung, apa yangharus kulakukan.
Saat akan menyantap makanan kami tiba-tiba ponsel Junsu berbunyi. Junsu menerima panggilan itu. Ekspresinya berubah dan terlihat panik. Setelah menutup telponnya dia menarik Jaket yang ada didekatnya dan bergegas pergi.
“Kau mau kemana?!” teriakku.
“YUrika memanggilku, aku harus kesana. Aku pergi sebentar. Kau tunggu aku!” pintanya sambil akan menutup pintu dibelakangnya.
“KAlau kau pergi aku tidak akan memaafkanmu! Kalau kau pergi aku tak akan mau melihatmu lagi!” ancamku. Junsu berhenti berjalan. Dia menatapku tajam seraya memikirkan kata-kataku.
“Kalau kau pergi…, itu artinya kau akan kehilanganku. Kalau kau pergi itu artinya kau memilih Yurika!” teriakku lagi.
“Kau tunggu disini! Jangan kemana-mana! Aku akan kembali.” Junsu memakai sepatunya dan menutup pintu dibelakangnya.
Aku terpaku sejenak, dan air mataku mengalir lagi. Kenapa? Kenapa dia masih memilih Yuika dibandingkan aku! Yurika sudah punya Changmin! Kenapa dia!!!!!!!!!!!! Aku mengambil pakaianku dan pergi meninggalkan apartemennya.

0 komentar: