Minggu, 05 September 2010

LAst Angel 15

Chapter 15

Pagi ini. Aku Cuma diam saat Junsu berulang kali menawarkan bantuan padaku. “Aku akan membawamu kesana..”
“Gak.., aku gak mau. Mereka tidak mencariku jadi buat apa aku mencari mereka.” Sudahlah.., Junsu shi…”
“Panggil aku oppa!”
“Junsu oppa…, tolong jangan terlalu baik padaku. Aku takut berharap lebih. Waktuku menemanimu tinggal 10 hari lagi. Setelah ini kontrak kita habis dan aku harus pergi darimu.” Kataku hamper menangis.
“Jangan bicarakan masalah kontrak itu sekarang. Aku ingin membantumu.”
“Cukup, oppa! Tolong jangan bersikap baik padaku…,”
“Lalu apa! Apa aku harus tidak peduli padamu! Aku gak bisa! Aku gak mungkin pura-pura tak peduli padamu!”
Junsu marah dan dia meninggalkanku di danau sendiri. Tiap kali kuingat bahwa waktu kami hanya tinggal sedikit semakin aku ingin menjauh darinya. Aku tau dan aku sadar siapa aku!
Ponselku berbunyi dan kulihat Junsu yang menelponku.
“Ada apa?”
“Kau harus dating ke taman sekarang!”
Aku membanting ponselku dan sama sekali gak ngerti1 nih orang gak punya hati banget!
Aku berlari ke taman yang tak jauh dari kampusku. Ternyata ada Changmin oppa dan Yurika disana, mereka sudah bersiap dengan sepeda mereka masing-masing. Junsu berdiri dengan dua sepeda disampingnya. Apa maksudnya nih???
“Cepat! Kau mau kami tinggal!” teriak Junsu. Aku berlari dan mengambil sepeda darinya. Jujur saja aku gak bisa main sepeda. Bisa sih tapi tidak sepandai mereka. Mereka sudah menjejak didepanku dan aku mau gak mau harus mengayuh sepedaku. Jujur aja aku bingung, saat ini aku mau sendiri tapi Junsu malah menyuruhku bermain sepeda. Apa dia benar-benar membenciku!
Aku menayuh pelan-pelan dan jauh tertinggal dari mereka. Aku tak bisa mengendalikan sepedaku dengan benar hingga akhirnya terjatuh. Junsu tertawa melihatku jatuh. “Dasar bodoh! Cepat susul aku!” teriaknya sambil tertawa. Aku kesel! Gimana gak! Nih orang bukannya bantuin! Aku bangun lagi dan tepat saat itu Yurika dan sepedanya terjatuh. Dia berteriak, dan Junsu berlari mendekatinya. Aku melihatnya! Yah aku melihatnya! Aku melihat cinta Junsu lagi! Tapi bukan untukku! Yurika berteriak karena dia terluka. “Aku akan membawamu,” kata Junsu saat akan menggendongnya. Changmin menepis tangan Junsu yang bersiap. “Biar aku saja.” Kata Changmin dingin. Changmin menggendongnya dan segera membawanya pulang untuk diobati. Aku heran, kenapa Junsu bisa sepanik itu kalau Yurika hanya jatuh! Hanya jatuh dari sepeda! Luka sebesar apakah yang bisa dihasilkan jika jatuh dari sepeda! Apa perlu dia sepanik itu! Lagi pula sekilas aku bisa liat kalo Changmin cemburu! Kenapa sih dengan mereka berdua!
“Kenapa kau sepanik itu? Dia hanya jatuh!” jutekku.
“Itu bahaya untuknya! Kesehatannya kembali menurun dan aku tak mau terjadi hal buruk padanya lagi!!!!”
“Apa urusanmu! Dia sudah punya Changmin! Kau tidak harus terus begini! Yang dicintai Yurika itu Changmin! Bukan kau!” teriakku kesal. Entahlah, tapi aku kesal tiap kali ngeliat junsu terlihat bodoh saat menghadapi perasaannya. Lagi pula hal buruk apa? Apa yang aku gak tau selama ini! Mereka menyembunyikan apa dariku!
“Apa yang terjadi?” kataku.
“Yurika pernah hampir meninggal dunia karena penyakit kankernya. Pencangkokan tulang sumsum itu memang berhasil, tapi itu tidak menjamin kalau dia bisa sesehat kita! Dia lemah! Sama lemahnya dengan keadaanya dulu!”
Yurika??? Kanker??? Oh tuhan…
“Saat kau tiba-tiba datang ke apartemenku dia senang menangis karena dokter mengatakan kondisinya semakin menurun dan dia gak berani mengatakan smeuanya pada Changmin! Karena itu dia datang pada ku!” junsu terlihat khawatir dan emosi. Aku malu…, aku malu karena sudah berpikir yang bukan-bukan tapi…. Bisakah kau tidak begitu di depanku???A

0 komentar: