Chapter 13
Pagi ini saatnya kami berkuda. Aku dan yang lainnya sudah siap dengan pakain berkuda yang dibeli oleh Yunho oppa. Aku dan Yurika memakai bot dan beberapa peralatan lai sedangkan anak laki-laki sama sekali tidak memakai apapun. Aku yang tidak pernah naik kuda sama sekali tidak berani naik tapi Junsu membantuku untuk naik dan menuntunku. Anak-anak lain telihat mahir, apalagi Yurika dan Changmin oppa yang sudah jauh di depan kami. Junsu terus disampingku sampai aku bosan.
“Sudahlah. Aku malas.” Kataku. Aku turun dibantu oleh sang pemilik kuda. Junsu diam saja dan memilih mengejar yang lainnya. Aku duduk diam di bawah pepohonan yang rindang. Tempat ini cukup indah. Padang rumput yang luas dan hijau membuat perasaan jadi lebih nyaman. Aku meminum air mineral yang kubawa dan terus menikmati pemandangan disini. Sampai mereka semua kembali dan terlihat sangat senang. “Kenapa kau tidak ikut dengan kami?” Tanya Yurika yang telah membuka helmnya. Aku hanya menggeleng dan ku dengar Hero dan Yoochun oppa berteriak, “Wow!!!!!!!! Sudah lama tidak berkuda!”
Yunho oppa tertawa melihat yang lainnya sudah berkeringat. Kami semua capek, itu sudah jelas. Yurika duduk disampingku dan meminum air yang kubawa. “Aku dulu jatuh dari kuda tapi Junsu oppa menangkapku. Sejak saat itu aku terus berlatih.” Katanya. Aku hanya tertawa hambar dan rasa sakit tiap kali ia mengatakan hal-hal tentang Junsu muncul lagi. “Pantas kau hebat.”
YUrika tertawa dan kudengar ponselnya berbunyi. YUrika mengambilnya dari kantong pants nya, “Erika…” katanya sebelum menerima panggilan itu. Hero oppa tiba-tiba bersemangat dan yang lain tertawa.
“Hallo, Erika kemana saja kau! Aku menelponmu kemarin. Kami sedang di Busan. Kami baru saja berkuda. Oh ya, kau mau bicara dengan Jaejoong oppa?” kata Yurika cepat. Tiba-tiba ekspresi Yurika berubah menegang. Aku tak tau apa yang terjadi tapi aku yakin ada hal buruk yang terjadi. Yurika menutup telponnya dan terlihat panik.
“Jaejoong oppa, Erika akan bertunangan malam ini di Amerika.” Kata-katanya membuat bukan hanya Hero oppa yang terkejut tapi semua orang. Yurika hampir menangis dan dia mendekati Jaejoong oppa. “Kau harus mencegahnya. Kumohon oppa, aku tau kalian saling menyukai. Erika mencintaimu. Dia gak boleh dengan laki-laki manapun. Oppa..”
Jaejoong oppa masih diam dan sedikit berfikir. Dia diam lalu meninggalkan kami. Kami menyusulnya kembali ke Villa. Jaejoong oppa masuk dan duduk di ruang keluarga. Kami kaget karena ternyata dia tidak bergegas pergi melainkan duduk beristirahat.
“Oppa, apa yang kau…” kata yUrika marah.
“Percuma.., aku bahkan tak yakin dia menyukaiku.” Kata Hero oppa. Aku kaget jelas. Bisa kulihat kalau mereka saling menyukai. Jadi apa maksudnya ini????
“Sudahlah…, jangan pikirkan aku.” Kata Hero oppa yang beranjak pergi.
“Jangan bohong lagi!” teriak Yunho oppa.
“Aku tau kau menyukainya! Cepat pergi sebelum terlambat!”
Hero oppa masih tak perduli.
“Jaejoong hyung, pergilah.” Kata Junsu tiba-tiba Hero menatapnya. “Aku bisa membaca pikiranmu hyung. Pergilah.” Kata Junsu lagi.
Hero oppa terlihat sangsi tapi tiba-tiba dia mengambil kunci mobil dan pergi begitu saja. Aku ingin tertawa tapi ini bukan saat nya. Aku hanya tak percaya kata-kata Junsu membuatnya sadar begitu cepat. Yurika menangis lagi dan kulihat Changmin terus mendekapnya. Aku melihat kea arah Junsu yang terlihat sekali kalau dia cemburu dan marah dan ini semakin menjelaskan bahwa aku tidak seharusnya menyukainya. Karena cintanya hanya untuk Yurika.
Sore harinya kami pulang dengan satu mobil saja. Yunho menyetir mobilnya dan Junsu berada disampingnya, aku, Yurika , Yoochun oppa dan Changmin duduk di kursi belakang. Yurika masih terlihat khawatir karena Hero oppa belum memberi kabar. Semua hanya diam sampai Junsu bernyanyi. Dia menyanyikan lagu forever love dengan sangat merdu. Awalnya Yoochun melemparnya dengan kacang tapi lama kelamaan mereka ikut bernyanyi bersama.
Perjalanan terasa lama dan malam semakin larut. Kami tidur bergantian hingga tiba di rumah masing-masing.
Pagi ini saatnya kami berkuda. Aku dan yang lainnya sudah siap dengan pakain berkuda yang dibeli oleh Yunho oppa. Aku dan Yurika memakai bot dan beberapa peralatan lai sedangkan anak laki-laki sama sekali tidak memakai apapun. Aku yang tidak pernah naik kuda sama sekali tidak berani naik tapi Junsu membantuku untuk naik dan menuntunku. Anak-anak lain telihat mahir, apalagi Yurika dan Changmin oppa yang sudah jauh di depan kami. Junsu terus disampingku sampai aku bosan.
“Sudahlah. Aku malas.” Kataku. Aku turun dibantu oleh sang pemilik kuda. Junsu diam saja dan memilih mengejar yang lainnya. Aku duduk diam di bawah pepohonan yang rindang. Tempat ini cukup indah. Padang rumput yang luas dan hijau membuat perasaan jadi lebih nyaman. Aku meminum air mineral yang kubawa dan terus menikmati pemandangan disini. Sampai mereka semua kembali dan terlihat sangat senang. “Kenapa kau tidak ikut dengan kami?” Tanya Yurika yang telah membuka helmnya. Aku hanya menggeleng dan ku dengar Hero dan Yoochun oppa berteriak, “Wow!!!!!!!! Sudah lama tidak berkuda!”
Yunho oppa tertawa melihat yang lainnya sudah berkeringat. Kami semua capek, itu sudah jelas. Yurika duduk disampingku dan meminum air yang kubawa. “Aku dulu jatuh dari kuda tapi Junsu oppa menangkapku. Sejak saat itu aku terus berlatih.” Katanya. Aku hanya tertawa hambar dan rasa sakit tiap kali ia mengatakan hal-hal tentang Junsu muncul lagi. “Pantas kau hebat.”
YUrika tertawa dan kudengar ponselnya berbunyi. YUrika mengambilnya dari kantong pants nya, “Erika…” katanya sebelum menerima panggilan itu. Hero oppa tiba-tiba bersemangat dan yang lain tertawa.
“Hallo, Erika kemana saja kau! Aku menelponmu kemarin. Kami sedang di Busan. Kami baru saja berkuda. Oh ya, kau mau bicara dengan Jaejoong oppa?” kata Yurika cepat. Tiba-tiba ekspresi Yurika berubah menegang. Aku tak tau apa yang terjadi tapi aku yakin ada hal buruk yang terjadi. Yurika menutup telponnya dan terlihat panik.
“Jaejoong oppa, Erika akan bertunangan malam ini di Amerika.” Kata-katanya membuat bukan hanya Hero oppa yang terkejut tapi semua orang. Yurika hampir menangis dan dia mendekati Jaejoong oppa. “Kau harus mencegahnya. Kumohon oppa, aku tau kalian saling menyukai. Erika mencintaimu. Dia gak boleh dengan laki-laki manapun. Oppa..”
Jaejoong oppa masih diam dan sedikit berfikir. Dia diam lalu meninggalkan kami. Kami menyusulnya kembali ke Villa. Jaejoong oppa masuk dan duduk di ruang keluarga. Kami kaget karena ternyata dia tidak bergegas pergi melainkan duduk beristirahat.
“Oppa, apa yang kau…” kata yUrika marah.
“Percuma.., aku bahkan tak yakin dia menyukaiku.” Kata Hero oppa. Aku kaget jelas. Bisa kulihat kalau mereka saling menyukai. Jadi apa maksudnya ini????
“Sudahlah…, jangan pikirkan aku.” Kata Hero oppa yang beranjak pergi.
“Jangan bohong lagi!” teriak Yunho oppa.
“Aku tau kau menyukainya! Cepat pergi sebelum terlambat!”
Hero oppa masih tak perduli.
“Jaejoong hyung, pergilah.” Kata Junsu tiba-tiba Hero menatapnya. “Aku bisa membaca pikiranmu hyung. Pergilah.” Kata Junsu lagi.
Hero oppa terlihat sangsi tapi tiba-tiba dia mengambil kunci mobil dan pergi begitu saja. Aku ingin tertawa tapi ini bukan saat nya. Aku hanya tak percaya kata-kata Junsu membuatnya sadar begitu cepat. Yurika menangis lagi dan kulihat Changmin terus mendekapnya. Aku melihat kea arah Junsu yang terlihat sekali kalau dia cemburu dan marah dan ini semakin menjelaskan bahwa aku tidak seharusnya menyukainya. Karena cintanya hanya untuk Yurika.
Sore harinya kami pulang dengan satu mobil saja. Yunho menyetir mobilnya dan Junsu berada disampingnya, aku, Yurika , Yoochun oppa dan Changmin duduk di kursi belakang. Yurika masih terlihat khawatir karena Hero oppa belum memberi kabar. Semua hanya diam sampai Junsu bernyanyi. Dia menyanyikan lagu forever love dengan sangat merdu. Awalnya Yoochun melemparnya dengan kacang tapi lama kelamaan mereka ikut bernyanyi bersama.
Perjalanan terasa lama dan malam semakin larut. Kami tidur bergantian hingga tiba di rumah masing-masing.





0 komentar:
Posting Komentar