Chapter 12
“Kau sebaiknya tidak datang ke apartemenku kalau aku tidak menyuruhmu untuk datang, mengerti?” kata junsu tiba-tiba. Aku diam dan gak tau mesti bilang apa. Junsu terlihat marah tapi dia…, dia berusaha memaafkan kejadian kemarin. Kau tau Yurika berfikir kalau kau cemburu melihat kami..”
“Kalau iya kenapa?” kataku tiba-tiba. Junsu menatapku tajam dan tertawa. “Jangan gila! Sudahlah, kita akan berkuda sore ini. Yurika mengajak kita semua ke vilanya. Kurasa kita akan menginap. Jadi kau bilanglah pada ibumu.” Dia meminum air mineral yang dari tadi dituangnya dan pergi meninggalkanku. Aku masih berdiri di tengah-tengah dapurnya. Vila? Apa aku akan pergi bersama mereka ke Vila???
Aku berusaha menyadarkan diriku yang kini masih terpaku di tempatku berdiri. Aku mengambil ponselku dan menelpon ke rumah, “Yeoboseyo, eomma? Ini Arisa, aku akan menginap di Villa temanku malam ini. Jadi eomma tidak usah menungguku untuk makan malam.” Terdengar suara eomma diseberang sana dan aku menutup telponku.
Sorenya….,
Kami sudah duduk di mobil yang akan membawa kami menuju salah satu Villa milik keluarga Yurika yang ada di Busan. Aku duduk di mobil yang sama dengan Hero, Junsu, dan Yunho. Sedangkan Max, Yurika, dan Yoochun duduk di mobil satunya. Kami berangkat dengan senang dan aku sedikit melupakan kejadian kemarin. Kurasa ada yang terjadi hingga Yurika bersikap seperti itu. Sudahlah, lagi pula aku tak mungkin bersamanya.
Di perjalanan yang cukup makan waktu beberapa jam aku hanya duduk sambil melihat pemandangan yang terbentang. Junsu sering mengeluarkan lelucon-lelucon bersama Hero oppa dan Yunho sering marah karena lelucon mereka terdengar sangat garing.
Akhirnya kami tiba di Busan. Ini kota wisata yang cukup besar. kami tiba di Villa milik Yurika hampir tengah malam. Semua langsung ke kamar masing-masing dan aku bersama Yurika masuk ke kamar kami berdua.
Sedikit canggung tapi Yurika berusaha bersikap biasa.
“Maaf soal kemarin, aku..” kata Yurika
“Sudahlah. Aku baik-baik saja. Lagi pula apa yang harus di salahkan?” kataku berbohong. Yurika tersenyum dan duduk di kasur bersamaku. Kami berbaring dan menatap langit-langit ruangan. “Apa kau pernah berpikir kalau Junsu oppa menyanyangimu?” kata-kataku keluar begitu saja hingga tanpa sadar aku mengatakannya.
“Yah…, aku tau itu.” Jawaban Yurika membuatku mati rasa. “Dia menyayangiku bagaikan seorang oppa bagiku. Dia menjagaku sejak aku bertemu dengannya. Kau tau ini sulit tapi Junsu lah yang akhirnya membuatku bersatu dengan Max.”
“Oh ya?” kataku tak percaya. Bagaimana mungkin Junsu yang melepaskan sendiri cintanya.
“Aku senang kau bersamanya…, aku tau kau bisa membuatnya bahagia.” Kata Yurika yang membuatku ingin menangis. Tidak, Yurika, kau salah. Hanya kau yang dicintainya. Hanya kau yang bisa membuatnya bahagia, bukan aku.
“Kau sebaiknya tidak datang ke apartemenku kalau aku tidak menyuruhmu untuk datang, mengerti?” kata junsu tiba-tiba. Aku diam dan gak tau mesti bilang apa. Junsu terlihat marah tapi dia…, dia berusaha memaafkan kejadian kemarin. Kau tau Yurika berfikir kalau kau cemburu melihat kami..”
“Kalau iya kenapa?” kataku tiba-tiba. Junsu menatapku tajam dan tertawa. “Jangan gila! Sudahlah, kita akan berkuda sore ini. Yurika mengajak kita semua ke vilanya. Kurasa kita akan menginap. Jadi kau bilanglah pada ibumu.” Dia meminum air mineral yang dari tadi dituangnya dan pergi meninggalkanku. Aku masih berdiri di tengah-tengah dapurnya. Vila? Apa aku akan pergi bersama mereka ke Vila???
Aku berusaha menyadarkan diriku yang kini masih terpaku di tempatku berdiri. Aku mengambil ponselku dan menelpon ke rumah, “Yeoboseyo, eomma? Ini Arisa, aku akan menginap di Villa temanku malam ini. Jadi eomma tidak usah menungguku untuk makan malam.” Terdengar suara eomma diseberang sana dan aku menutup telponku.
Sorenya….,
Kami sudah duduk di mobil yang akan membawa kami menuju salah satu Villa milik keluarga Yurika yang ada di Busan. Aku duduk di mobil yang sama dengan Hero, Junsu, dan Yunho. Sedangkan Max, Yurika, dan Yoochun duduk di mobil satunya. Kami berangkat dengan senang dan aku sedikit melupakan kejadian kemarin. Kurasa ada yang terjadi hingga Yurika bersikap seperti itu. Sudahlah, lagi pula aku tak mungkin bersamanya.
Di perjalanan yang cukup makan waktu beberapa jam aku hanya duduk sambil melihat pemandangan yang terbentang. Junsu sering mengeluarkan lelucon-lelucon bersama Hero oppa dan Yunho sering marah karena lelucon mereka terdengar sangat garing.
Akhirnya kami tiba di Busan. Ini kota wisata yang cukup besar. kami tiba di Villa milik Yurika hampir tengah malam. Semua langsung ke kamar masing-masing dan aku bersama Yurika masuk ke kamar kami berdua.
Sedikit canggung tapi Yurika berusaha bersikap biasa.
“Maaf soal kemarin, aku..” kata Yurika
“Sudahlah. Aku baik-baik saja. Lagi pula apa yang harus di salahkan?” kataku berbohong. Yurika tersenyum dan duduk di kasur bersamaku. Kami berbaring dan menatap langit-langit ruangan. “Apa kau pernah berpikir kalau Junsu oppa menyanyangimu?” kata-kataku keluar begitu saja hingga tanpa sadar aku mengatakannya.
“Yah…, aku tau itu.” Jawaban Yurika membuatku mati rasa. “Dia menyayangiku bagaikan seorang oppa bagiku. Dia menjagaku sejak aku bertemu dengannya. Kau tau ini sulit tapi Junsu lah yang akhirnya membuatku bersatu dengan Max.”
“Oh ya?” kataku tak percaya. Bagaimana mungkin Junsu yang melepaskan sendiri cintanya.
“Aku senang kau bersamanya…, aku tau kau bisa membuatnya bahagia.” Kata Yurika yang membuatku ingin menangis. Tidak, Yurika, kau salah. Hanya kau yang dicintainya. Hanya kau yang bisa membuatnya bahagia, bukan aku.





0 komentar:
Posting Komentar