Aku bangun cukup pagi hari ini. Ku buka jendela kamarku dan kulihat koran pagi ini tergeletak di depan rumahku. Aku berjalan menuju wastafel dan membasuh mukaku cepat-cepat. Aku melangkahkan kaki menuju pekarangan depan dan kuambil koran pagi ini. Jalanan masih sepi. Semua orang mungkin masih tertidur. Aku membuka halaman pertama dan mataku terbelalak melihat berita utama hari ini.
Xiah Junsu punya kekasih baru????? Bagaimana hubungannya dengan Park Heebon sekarang???
Mataku bener-bener gak bisa tertutup saat kulihat terpampang jelas foto Junsu yang sedang merangkulku. Oh tuhan bakalan jadi masalah besar ni!!!!
Aku masih membaca barisan pertama yang menunjukkan spekulasi hubungan Junsu dan Heebon yang santer diberitakan menjalin asmara dan fakta baru yang sedang terkuak. Oh tidak!
“Kau sedang apa?!” Tanya Hyun mengejutkanku. Buru-buru ku sembunyikan majalah itu dibelakangku. Dia curiga tapi aku berusaha bersikap biasa.
“Kau sudah bangun? Mm…, ayo mandi dulu. Aku akan siapkan sarapan…” kataku kaku. Dia keliatan gak perduli dan kembali masuk. Aku berlari ke kamar dan segera menyembunyikan majalah itu di balik bantalku. Aku kembali ke dapur dan segera menyiapkan sarapan.
Aku makan dengan cepat sampai-sampai gak sadar kalo ibu, Hyun, dan Joon sedang memperhatikanku. Mereka menatapku lekat-lekat tapi aku segera berpaling.
Aku menghabiskan makananku dan segera pergi ke kampusku. Pagi ini aku ada kelas dan aku harus sampai secepatnya. Aku berlari menuju halte bus dan segera mengambil bagian dalam kursi penumpang.
Disini sesak. Semua orang berhimpitan. Aku duduk dibagian belakang dan kusadari mata-mata memandangku. Aku gak tau kenapa tapi aku gak nyaman dengan semua ini. Bus berhenti di halte yang gak jauh dari kampusku. Aku berlari secepat yang kubisa. Masuk lewat gerbang depan dan makin banyak mata yang melihat kearahku.
Aku masuk ke dalam kelasku. Beberapa anak menoleh kearahku dan aku segera duduk di bangku paling belakang.
Brak!!!! Seseorang tiba-tiba menendang mejaku hingga jatuh. Oh tuhan masalah itu bener-bener datang sekarang.
“Jadi bener! Dia!” teriak salah satu dari mereka. Aku tau apa yang ngebuat mereka bersikap kasar. Mereka uda ngeliat Koran pagi ini! Salah satu dari mereka masih membaca isi koran itu dan aku tau gak ada gunanya meladeni mereka.
“Bagaimana mungkin kau bisa bersama Junsu Oppa???!!!” teriak Sica yang sekarang melotot kearahku.
Aku bangun dan kutatap mereka semua dengan galak. “Aku gak tau apa saja yang tertulis di koran yang kalian baca. Tapi satu hal! Semua yang mereka tulis adalah sampah! Jadi kalo kalian dengan mudah mempercayai semua berita itu terserah kalian! Aku gak perduli!”
“Lalu foto ini apa?!” teriak yang lainnya.
Aku diam. Aku juga bingung gimana mesti ngejelasin semuanya. Dari pada pusing lebih baik aku pergi. Ku ambil tasku dan berlari meninggalkan para mahasiswi yang berteriak-teriak dibelakangku.
Aku gak ngerti dengan cara berpikir mereka. Apa mereka pikir aku udah gila! Mana mungkin aku dan Junsu punya hubungan! Aku bahkan cuma tau namanya! Oh tuhan tolong bukakan mata mereka.
Xiah Junsu punya kekasih baru????? Bagaimana hubungannya dengan Park Heebon sekarang???
Mataku bener-bener gak bisa tertutup saat kulihat terpampang jelas foto Junsu yang sedang merangkulku. Oh tuhan bakalan jadi masalah besar ni!!!!
Aku masih membaca barisan pertama yang menunjukkan spekulasi hubungan Junsu dan Heebon yang santer diberitakan menjalin asmara dan fakta baru yang sedang terkuak. Oh tidak!
“Kau sedang apa?!” Tanya Hyun mengejutkanku. Buru-buru ku sembunyikan majalah itu dibelakangku. Dia curiga tapi aku berusaha bersikap biasa.
“Kau sudah bangun? Mm…, ayo mandi dulu. Aku akan siapkan sarapan…” kataku kaku. Dia keliatan gak perduli dan kembali masuk. Aku berlari ke kamar dan segera menyembunyikan majalah itu di balik bantalku. Aku kembali ke dapur dan segera menyiapkan sarapan.
Aku makan dengan cepat sampai-sampai gak sadar kalo ibu, Hyun, dan Joon sedang memperhatikanku. Mereka menatapku lekat-lekat tapi aku segera berpaling.
Aku menghabiskan makananku dan segera pergi ke kampusku. Pagi ini aku ada kelas dan aku harus sampai secepatnya. Aku berlari menuju halte bus dan segera mengambil bagian dalam kursi penumpang.
Disini sesak. Semua orang berhimpitan. Aku duduk dibagian belakang dan kusadari mata-mata memandangku. Aku gak tau kenapa tapi aku gak nyaman dengan semua ini. Bus berhenti di halte yang gak jauh dari kampusku. Aku berlari secepat yang kubisa. Masuk lewat gerbang depan dan makin banyak mata yang melihat kearahku.
Aku masuk ke dalam kelasku. Beberapa anak menoleh kearahku dan aku segera duduk di bangku paling belakang.
Brak!!!! Seseorang tiba-tiba menendang mejaku hingga jatuh. Oh tuhan masalah itu bener-bener datang sekarang.
“Jadi bener! Dia!” teriak salah satu dari mereka. Aku tau apa yang ngebuat mereka bersikap kasar. Mereka uda ngeliat Koran pagi ini! Salah satu dari mereka masih membaca isi koran itu dan aku tau gak ada gunanya meladeni mereka.
“Bagaimana mungkin kau bisa bersama Junsu Oppa???!!!” teriak Sica yang sekarang melotot kearahku.
Aku bangun dan kutatap mereka semua dengan galak. “Aku gak tau apa saja yang tertulis di koran yang kalian baca. Tapi satu hal! Semua yang mereka tulis adalah sampah! Jadi kalo kalian dengan mudah mempercayai semua berita itu terserah kalian! Aku gak perduli!”
“Lalu foto ini apa?!” teriak yang lainnya.
Aku diam. Aku juga bingung gimana mesti ngejelasin semuanya. Dari pada pusing lebih baik aku pergi. Ku ambil tasku dan berlari meninggalkan para mahasiswi yang berteriak-teriak dibelakangku.
Aku gak ngerti dengan cara berpikir mereka. Apa mereka pikir aku udah gila! Mana mungkin aku dan Junsu punya hubungan! Aku bahkan cuma tau namanya! Oh tuhan tolong bukakan mata mereka.





0 komentar:
Posting Komentar